Mencoba Memahami

Bencana sering melanda orang-orang yang tidak bersalah. Kerusakan, penyakit, dan tragedi lain tak pernah memilih-milih korban. Apa yang terjadi memang tidak di maksutkan terjadi kepada kita. Ketika kita tetap terjebak pada pertanyaan "Kenapa aku?"kita memilih sebagai korban yang membuat kita tak berdaya untuk mengubah keadaan itu. Ketika kita terobsesi untuk berusaha merasionalisasi sesuatu yang tidak masuk akal, intuisi kita menjadi tertutup. Kita tak bisa melihat kemungkinan-kemungkinan yang muncul dari perubahan itu. Proses penyembuhan juga terhalang oleh perasaan sedih dan marah. Energi diganti oleh kelelahan dan kelumpuhan mental.



Hingga sekarang pun, saya belum mendapatkan jawaban itu. Yang saya ketahui hanyalah saya bersyukur bahwa saya terjebak di sana -- terjebak dalam pertanyaan yang takkan terjawab. Saya belajar memahami bahwa meskipun ada kekuatan yang bergerak di luar kontrol saya, tidak berarti saya tidak bisa memiliki hidup saya sendiri-- dengan cara mengarahkan perubahan tak terduga menjadi sesuatu yang baik. Saya belajar untuk mengganti pertanyaan "Kenapa aku?" menyebabkan kita menjadi pasif. "Sekarang, aku harus bagaimana?" mendorong kita dan mengatasi tantangan.


Komentar

Postingan Populer